Doa Tidak Dikabulkan Mungkin Ini Sebabnya

Jumat, 31 Agustus 2012

Allah telah menjanjikan bahwa Dia selalu akan mengkabulkan doa seorang mukmin yang berdoa kepada-Nya dan menetapkan beberapa syarat agar doa tersebut dikabulkan. selain syarat-syarat yang harus dipenuhi, Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga telah memeringatkan ummatnya akan hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikannya tidak diterima dan tidak pula dikabulkan. Adapun hal-hal yang dapat menahan doa kita dan menjadikan doa tidak dikabulkan adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya adab dalam berdoa kepada Allah. maksudnya berdoa kepada Allah akan hal-hal yang sebenarnya Allah membencinya, seperti berdoa untuk memutus tali silaturahmi, atau perkara yang dilarang. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama tidak berdoa untuk suatu yang berdosa atau untuk memutus tali silaturahmi." (HR Muslim) 2. Berdoa dengan berteriak keras-keras, dan dengan kata-kata yang kurang layak diucapkan kepada Allah. menangis ketika berdoa adalah diperbolehkan, akan tetapi berlebihan dalam menangis tidaklah baik. Allah berfirman : Artinya : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS Al-A'raaf : 55) 3. Masuknya barang-barang yang haram kedalam rumah kita. seperti harta yang berasal dari pekerjaan haram, makanan dan minuman yang haram, atau barang-barang yang dibeli dengan uang haram. rumah, pakaian yang haram. dan juga pekerjaan yang haram. 4. Memakan makanan yang haram, meminum minuman yang haram, memakai pakaian yang haram, memakan harta haram bukan berarti menggunakan harta haram untuk makan saja, akan tetapi menggunakan untuk membeli barang-barang yang digunakan adalah termasuk memakan harta yang haram. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. dan Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman sebagaimana yang diperintahkan kepada para rosul. beliau membaca, "Wahai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." dan membaca, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu." kemudian beliau menyebutkan seseorang yang bepergian jauh, kucel dan acak-acakan, mengetadahkan kedua tangannya ke langit dan berkata, "Ya Robb, ya Robb." sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan memakan barang yang haram, bagaimana mungkin akan dikabulkan?!" (HR Muslim) 5. Buru-buru agar doanya cepat dikabulkan. ini juga tidak baik, malahan ini termasuk yang menahan doa dan menyebabkan tidak dikabulkan. biasanya orang mengatakan, "saya sudah sering berdoa, tapi tidak dikabulkan juga." kata-kata inilah yang dimaksud buru-buru dalam doa. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Akan dikabulkan doa seseorang jika tidak buru-buru, berkata : saya telah berdoa tapi belum dikabulkan juga." (HR Bukhori dan Muslim) 6. Menggantungkan dalam berdoa, seperti perkataan, "Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau berkehendak." atau "rahmatilah hamba jika Engkau mau." karena doa adalah pengharapan, permintaan yang ingin dikabulkan. jadi harus dengan kata-kata yang menunjukkan keyakinan tersebut. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Jangan salah seorang diantara kalian mengatakan (dalam doanya) : Ya Allah, ampunilah hamba jika Engkau mau. ya Allah, rahmatilah hamba jika Engkau mau. agar menunjukkan keyakinan dalam doanya karena tidak ada yang memaksanya (untuk berdoa)." (HR Bukhori dan Muslim) Tidak harus seseorang melakukan semua hal ini dan menyebabkan doanya tidak dikabulkan, akan tetapi cukup melakukan satu saja diantara 6 hal diatas, maka doanya tidak akan dikabulkan. Sudahkah kita mengoreksi diri akan cara kita berdoa? bagaimana kita berdoa? kata-kata apa yang kita ucapkan? dan yang paling penting, keyakinan apa yang kita yakinin akan doa kita? kita harus luruskan kembali hal-hal yang masih bengkok dalam diri kita agar termasuk orang-orang dicintai Allah dan dikabulkan doanya.

Pembohong Mengatakan Semua Yang Didengar

Kamis, 30 Agustus 2012

Cukuplah sebutan bagi seorang sebagai pembohong bagi yang mengatakan semua hal yang dia dengar. karena semua hal yang didengar ada yang benar dan ada pula yang salah. dan disebut pembohong juga karena dia banyak berbicara. semakin banyak berbicara maka semakin banyak pula salahnya.

bohong atau dusta adalah mengkabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya
Yang disebut bohong atau dusta adalah mengkabarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya. dan itu tidak disyaratkan harus sengaja. seseorang yang mengatakan sesuatu akan tetapi tidak sesuai dengan kenyataan, maka dia telah berbohong, entah dia mengatakannya itu dengan niat sengaja atau tidak. Begitulah yang Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- sabdakan dalam hadist berikut : Artinya : "Cukuplah seorang itu (disebut) telah berdusta jika mengatakan semua yang didengar." (HR Muslim) Menjaga lisan adalah termasuk prioritas utama seorang muslim. bahkan menjaga lisan juga disebut sebagai syarat seseorang masuk surga. karena lisan seseorang bisa sesat dan menyesatkan orang lain, karena lisan pula seseorang bisa benar dan mengajak orang lain kepada kebenaran. Mengatakan hal-hal yang sudah nyata kebenarannya saja jauh lebih baik dari pada selalu mengatakan hal-hal yang belum pasti kebenarannya. atau diam saja lebih baik dari pada mengkabarkan tentang sesuatu yang dia pun tidak tahu itu benar atau salah. Selalu mengatakan yang baik kepada orang lain dan tidak mengatakan keburukan orang kepada orang lain. banyak hukuman-hukuman didunia ini yang bermula dari pelanggaran lisan. terpaksa mengaku pun dapat dihukum walaupun sebenarnya dia tidak melakukannya. karena itu, menjaga lisan dan mengatakan kebenaran walau itu pahit rasanya.

Memilih Suami / Istri Dengan Cinta

Rabu, 29 Agustus 2012

Mencintai istri adalah suatu yang diwajibkan Allah atas suami. begitu juga mencintai istri. saling mencintai satu sama lain akan menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sebagaimana yang banyak didambakan oleh semua pasangan suami istri. dan saling mencintai dengan dasar iman (karena perintah Allah) adalah kunci bahwa cinta ini tidak akan padam. Lalu bagaimana dengan seorang yang akan menikah? bagaimana mencintai dan bagaimana dicintai? dan bagaimana cara memilih suami/istri juga dengan dasar iman?

Cinta sejati adalah cinta seorang suami kepada istrinya dan cinta istri kepada suaminya.
Cinta sejati adalah cinta seorang suami kepada istrinya dan cinta istri kepada suaminya. seorang suami sadar akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin keluarga dan seorang istri sadar akan posisinya sebagai penanggung jawab rumah tangga adalah bukti cinta tersebut. dan bukan cinta seperti itu yang menjadi dasar seseorang yang akan menikah untuk memilih siapa pendamping hidupnya. Adalah dengan cinta kepada Allah dan RosulNya yang menjadi dasar seorang yang ingin menikah. apa maksudnya? yaitu mempelajari kriteria yang Allah dan RosulNya sarankan dan memprakteknya ketika memilih calon istri/suami. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Wanita dinikahi karena 4 hal : hartanya, kemuliaannya, kecantikannya dan agamanya. maka pilihlah yang memilihi agama maka engkau akan beruntung." (HR Muslim) Wanita yang paham agama akan mengetahui kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri dan sadar akan tanggung jawabnya. ini adalah hal yang paling utama. dan setelah itu baru memperhitungkan kecantikannya, hartanya dan kemuliaannya. Bagi seorang wanita yang akan menikah, atau khususnya bagi walinya. untuk tidak menolak seseorang baik akhlaq dan agamanya yang datang melamarnya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda : Artinya : "Jika datang kepada kalian seseorang yang engkau ridhoi agama dan akhlaqnya melamar (anak perempuan kalian) maka segera nikahkanlah (terima), jika tidak akan terjadi fitnah dibumi ini dan kerusakan yang besar." (HR At-Tirmidzi) Melaksanakan apa yang Allah dan RosulNya perintahkan perihal adab-adab dan tata cara memilih suami/istri bagi orang yang ingin menikah dan meluruskan niatnya akan menuntun kita kepada cinta sejati dan akan menghindarkan kita dari mencintai karena nafsu dan dampak buruk panah setan. wallahu a'lam.

Sholatnya Para Nabi Sebelum Kita

Minggu, 17 Juli 2011

Pertanyaan : Assalamualaikum.

Seperti yang saya ketahui, Isra' dan Mi'raj nya nabi Muhammad membuahkan turunnya perintah sholat lima waktu. Hal ini agak membuat saya bingung, jika perintah sholat turun ketika zaman nabi Muhammad, apakah berarti nabi dan rosul sebelum baginda Muhammad tidak diperintahkan sholat? atau apakah sebelum turun perintah sholat nabi Muhammad dan pengikut beliau belum mengerjakan sholat? dikarenakan belum adanya perintah sholat.

Namun saya juga pernah mendengar dari seorang guru agama bahwa nabi dan rosul sebelum baginda ada yang melaksanakan sholat.

Mohon penjelasannya. Semoga saudara admin diberkahi Allah ilmunya, dan ikut membantu umat Rosululloh untuk berjalan di jalan Allah dengan baik.
Terima Kasih

Oji, Kal-Sel

Jawaban : Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Sebagaimana sholat 5 waktu diwajibkan atas ummat Muhammad -sholallahu 'alaihi wasallam-, maka para nabi sebelum beliau juga diwajibkan atas mereka sholat. mereka dan ummat yang mengikuti mereka juga mengerjakan sholat. adapun dasar bahwa mereka juga mengerjakan sholat yaitu sholat yang memang disyariatkan atas mereka dengan syariah yang berbeda-beda adalah sebagai berikut :

Artinya : "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat." (QS Ibrahim : 37)

Artinya : "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat." (QS Ibrahim : 40)

Firman Allah tentang Musa dan Harun -'alaihima as-salam- :

Artinya : "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman." (QS Yunus : 87)

Dan tentang Isa -'alaihi as-salam- :

Artinya : "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS Maryam : 31)

Dan tentang Zakaria :

Artinya : "Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab." (QS Ali Imran : 39)

Dan tentang semua nabi -'alaihim as-salam- :

Artinya : "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (58) Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (59) kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun. (60)" (QS Maryam : 58-60)

Adapun sholat mereka juga ada sujud dan rukuknya. Allah berfirman :

Artinya : "Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud"." (QS Al-Baqoroh : 125)

Artinya : "Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk." (QS Ali Imran : 43)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Kami para nabi diperintahkan akan 3 hal : mendahulukan berbuka, mengakhirkan sahur, dan meletakkan tangan kanan kami diatas tangan kiri kami dalam sholat." (HR At-Thabrani)

Akan tetapi bagaimana sholatnya para nabi sebelum kita? Allah lebih tahu bagaimana sholat mereka secara lebih mendetail. yang pasti, kita sebagai ummat Muhammad -sholallahu 'alaihi wasallam- diperintahkan untuk melaksanakan sholat sebagaimana yang Nabi -sholallahu 'alaihi wasallam- contohkan. beliau bersabda :

Artinya : "Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat." (HR Bukhori)

wabillahi at-taufiq

Takut Miskin Adalah Bisikan Setan

Selasa, 05 Juli 2011

Tahun ini lulus sekolah atau kuliah. bingung akan kerja apa nantinya setelah lulus. melihat jaman sekarang yang serba tidak menentu. datanglah rasa was-was dalam diri, bisikan ditelinga yang mengatakan, "akan kerja apa kamu nanti? kamu lulus cuma dapat ijazah dan nilai kamu juga nggak bagus-bagus. mau jadi PNS? yang antri ribuan. mau jadi pengusaha? udah banyak saingan. mau kerja apa sedangkan kamu g punya skill. kalo nggak punya pekerjaan bakal jadi orang miskin. makan aja susah, apa lagi infaq."

Bangsa yang besar. masa depannya yang seharusnya berada ditangan mereka, justru generasi tersebut sedang dihantui oleh ketidak pastian masa depan. apa lagi membawa bangsa ini kepada kejayaan. pasti tidak terpikirkan. lalu apa yang seharusnya dilakukan oleh generasi muda bangsa ini?

Sebagai muslim dan bangsa yang bermartabat, kita harus akar permasalah itu. bahwa rasa was-was dan ketakutan tidak adanya masa depan itu hanya datang dari setan. dan setan adalah musuh yang nyata bagi kita. dan sekarang, tergantung sikap kita bagaimana menghadapi bisikan musuh tersebut. apakah kita menyerah saja dengan musuh, atau kita akan terus melawan karena bisikan setan sangatlah lemah dan yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar janji. Allah berfirman :

Artinya : "Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia (rizki). Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." (QS Al-Baqarah : 268)

Kita sering mendengar sebuah kata bahwa kegagalan itu hanya selangkah dari keberhasilan. jadi kenapa langkah kita selalu terhenti ketika menghadapi kegagalan?! tingkat keberhasilan seseorang diukur dari usaha yang dia kerjakan dan iman yang benar-benar dia yakini.

Sudah menjadi sunnatullah bahwa sebuah biji akan tumbuh menjadi tunas baru kemudian membesar dan terus tumbuh menjadi lebih besar. tidak ada usaha seseorang yang dimulai dari nol kemudian seketika itu menjadi besar. semua ada proses dan membutuhkan waktu, seperti jika kita menghitung bilangan dari nol kemudian langsung sepuluh pasti akan salah. bahkan anak kecil pun akan bisa menyalahkan kita karena dia tahu angka setelah nol adalah satu, setelah satu adalah dua dan seterusnya.

Kita tidak boleh loncat dari angka nol langsung ke angka sepuluh karena diantara itu masih banyak angka yang harus disebut. begitu juga masa depan dan keberhasilan, akan benar-benar tercapai tergantung kemampuan kita menghitung angka-angka setelah nol dan kesabaran akan usaha kita sehingga sampailah hitungan kita ke bilangan sepuluh.

Saling Mencintai Karena Iman

Rabu, 08 Juni 2011

Pada artikel sebelumnya saya pernah menuliskan tentang tidak ada cinta kecuali cinta yang satu, bahwa tidak ada cinta hakiki kecuali didasari atas cinta kepada Allah. kita mencintai orang tua atas dasar perintah Allah, kita menyayangi dan mencintai istri/suami kita atas dasar perintah dari Allah, dan kita menyayangi sesama juga atas dasar perintah Allah. jika kita mencintai Allah terlebih dahulu, maka kita akan mengamalkan segala perintahnya, termasuk kepada siapa dan bagaimana kita mencintai.

Hubungan kekeluargaan dan kekerabatan maupun hubungan antar sesama tidak akan pernah lepas dari perasaan cinta dan kasih sayang. hanya saja cinta dan kasih sayang seperti apa yang dapat menuntun kita kepada keikhlasan, dan cinta kasih sayang model apa yang Allah ridhoi?

Mencintai orang tua karena tuntutan status yang mana sebagai anak harus mencintai orang tua, maka cinta itu tidak akan dapat mengantarkan kita kepada keikhlasan dan akan selalu berkurang dengan perubahan status. lihat saja disekeliling! banyak anak terutama anak laki-laki, yang mencintai orang tuanya dan selalu memenuhi kebutuhan mereka. akan tetapi itu semua berkurang bahkan tidak lagi dilakukannya setelah dia menikah. pekerjaan dan keluarga "baru" telah menyibukkannya dari berbakti kepada orang tua. asal kita ketahui saja, setelah anak laki-laki menikah maka hak orang tuanya masih tetap besar atas dirinya. berbeda dengan anak perempuan, setelah dia menikah maka hak suami menjadi lebih besar dan utama dari pada hak orang tuanya.

Apakah berbakti kepada orang tua itu ada batas waktunya? apakah membantu dan memenuhi kebutuhan mereka hanya karena status kita sebagai anak? jika demikian, cinta kita bukanlah cinta yang didasari oleh iman kita kepada Allah. bukan atas dasar cinta yang satu, cinta Allah. jika cinta kita benar-benar dilandasi cinta kepada Allah, pastilah kita akan melakukan sesuai yang Dia perintahkan kepada kita dalam firman-Nya :

Artinya : "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS Al-Israa' : 24)

Apakah perintah Allah diatas terdapat pembatasan status? apakah Allah memerintahkan kita hanya untuk mendoakan orang tua saja? tidak. karena diawal ayat Allah memerintahkan kita untuk merendahkan diri dengan penuh kesayangan kepada mereka. bukankah itu tindakan dan bukan sekedar doa. karena cinta dan kasih sayang bukanlah sekedar pengakuan dan ucapan, akan tetapi lebih kepada bukti dan tindakan. Sikap kita kepada mereka adalah bukti kasih sayang kita kepada mereka.

Begitu juga cinta kepada suami/istri. jika kita menikah hanya bermodalkan kata "aku cinta kamu" maka jangan harap cinta itu akan tetap membekas pada kehidupan anda setelah menikah. banyak dari pasangan suami istri mengeluh bahwa cinta mereka tidak lagi sama sebagaimana cinta mereka pada awal-awal pernikahan. saya katakan, tidak ada cinta yang sama kecuali cinta yang didasari tanggung jawab, dan tidak ada cinta yang hakiki kecuali yang bermula dari cinta kepada Allah.

Pernikahan adalah titipan terbesar dari Allah kepada hamba-Nya. sebuah tanggung jawab terbesar selama hidup manusia. karena itu Allah menyebutnya sebagai "perjanjian yang kuat." maka cinta kepada suami/istri harus didasari cinta kepada Allah terlebih dahulu. sadar akan posisi seorang suami sebagai pemegang tertinggi amanah pernikahan dan sebagai orang yang bertanggung jawab atas ucapan akad ketika dia menikahi istrinya. sadar bahwa dia menerima pernikahan tersebut dengan nama Allah.

Seorang istri pun harus demikian. sadar akan posisinya sebagai orang paling bertanggung jawab atas harta dan anak-anak suaminya. sadar bahwa dalam mengarungi samudra kehidupan ini dia mempunyai seorang nahkoda yang harus selalu didukung dan ditaati. jika istri membiarkan nahkodanya salah dalam mengarahkan kapalnya, maka dia akan tenggelam bersama nahkoda dan seisi kapalnya. istri harus sadar bahwa pernikahannya sah karena nama Allah telah diucapkan didalamnya.

Maka sebelum semuanya terlambat, ubahlah dasar cinta kita yang dahulu karena nafsu dan tuntutan status menjadi cinta yang didasari karena iman dan cinta kepada Allah. karena hanya cinta inilah yang tidak terikat dengan waktu dan abadi, dan tidak akan berkurang sedikitpun walau angka tahun selalu berganti. cinta yang akan menjadikan kita selalu bersama dengan orang-orang yang kita cintai baik didunia maupun diakherat.

Pengganti Nadzar Yang Tidak Dimampui

Selasa, 07 Juni 2011

Pertanyaan : Asalamualaikum

saya pernah bernadzar untuk puasa 100 hari. tapi ternyata saya tidak bisa memenuhinya
apakah nadzar tersebut boleh diganti dengan sedekah?
saya sekarang bingung & takut kalau saya nanti mempunyai hutang nadzar.

Hamba Allah, Jakarta

Jawaban : Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Barang siapa yang bernadzar dengan suatu nadzar akan tetapi dia tidak mampu melaksanakannya, maka penggantinya adalah kaffarah sumpah." (HR Abu Daud)

Dan kaffarah/pengganti sumpah adalah sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah :

Artinya : "Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)." (QS Al-Maidah : 89)

Dalam ayat diatas, Allah memberikan tiga pilihan sebagai pengganti/kaffarah yaitu memberikan makanan kepada 10 orang miskin dengan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Said bin Jubair dan Ikrimah : (yang dimaksud dengan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga) adalah makanan terbaik yang dimakan oleh keluarga (Tafsir Ibnu Katsir 3/156). yaitu jika makanan yang termasuk terbaik yang dimakan oleh anda dan keluarga adalah nasi dan ayam, maka itulah yang diberikan kepada 10 orang miskin sebagai kaffarah anda.

Pilihan kedua adalah memberikan pakaian kepada 10 orang miskin. dan pilihan yang ketiga adalah memerdekakan seorang budak.

Jika anda benar-benar tidak mampu memilih salah satu dari ketiga kaffarah diatas, maka anda harus berpuasa selama 3 hari.

Wabillahi at-taufiq

Tidak Ada Cinta Kecuali Cinta Yang Satu

Semua orang tua mencintai anak-anaknya. anak pun mencintai orang tuanya. demikian pula kakak menyayangi dan mencintai adik dan sanak saudaranya. suami mencintai istrinya, begitu pula istri mencintai suaminya. tidaklah semua cinta itu abadi kecuali didasari oleh cinta yang satu ini.

Sebagai hamba Allah kita diperintahkan untuk mencintainya dengan sepenuh hati. kita dilarang untuk menghianati cinta-Nya atau bahkan menduakan cinta itu. Allah berfirman :

Artinya : "Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (oleh Allah). (QS Al-Israa' : 22)

Artinya : "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (QS Al-Baqarah : 165)

Tidaklah seorang hamba dapat mengesakan Allah kecuali telah mencintai-Nya. dan tidaklah seorang itu mentaati Allah kecuali dia mengesampingkan cinta kepada selain-Nya.

Jadi, apakah kita dilarang mencintai kepada selain Allah? Tidak. justru dengan cinta kepada Allah kita diperintahkan untuk mencintai kepada sesama. cinta kepada sesama tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi cinta itu harus didasari oleh cinta kepada Allah.

Kita mencintai orang tua karena Allah memerintahkan kita untuk cinta kepada orang tua. kita mencintai istri/suami kita, karena Allah lah yang memerintahkan kita mencintai mereka. kita mencintai sesama karena Allah telah menjadikan kita bersaudara dan memerintahkan kita untuk saling mencintai dan mengasihi.

Cinta tanpa dasar cinta kepada Allah akan menyakiti pelakunya. membuatnya stress dan hampa. akan tetapi setiap cinta yang didasari dengan cinta kepada Allah akan selalu membuat pelakunya tenang, nyaman dan optimis. cinta yang satu adalah cinta kepada Allah.

Kedudukan Istri Di Mata Suami Sholih

Jumat, 03 Juni 2011

Pernikahan menjadikan dua insan yang berlawanan jenis yang dahulu haram menjadi halal. menghubungkan mereka dengan hubungan yang Allah ridhoi. menyandangkan mereka status mulia sebagai suami dan istri.

Pernikahan itu mulia di mata Allah, maka status penyandang pernikahan juga mulia di mata-Nya. dan barang siapa yang menghinakan status tersebut maka dia telah menyelisihi Allah dan Rosul-Nya.

Dikala suami menyandang pangkat sebagai pemimpin dalam keluarga, dan istri sebagai wakilnya. suami sebagai pemegang kebijakan mutlak keluarga dan istri sebagai gantinya ketika suami tidak dirumah. suami sebagai penanggung jawab keluarga termasuk nafkah dan istri sebagai menegernya. tidak kalah pentingnya jawaban seorang istri dalam rumah tangga.

Suami yang sholih pasti tidak akan memandang sebelah mata kedudukan suami untuknya dan untuk keluarga, bagaikan roda sepeda yang selalu berputar bersama. jika salah satu tidak berputar, maka mengayuh sepeda itu akan lebih berat.

Istri adalah penyejuk. penyejuk kepala ketika kepala ini penat berpikir. penyejuk mata ketika mata ini lelah memandang. penyejuk hati ketika lelah merasa. penyejuk jiwa untuk sama-sama menyeberangi samudera kehidupan.

Istri adalah perhiasan yang akan selalu tampak indah jika tertutupi, aman jika dijaga. tidak akan pudar jika dirawat. Istri adalah penguat suami, yang menahan suami ketika akan terjatuh, yang setia mengulurkan tangan kepada suami untuk berdiri kembali ketika terjatuh.

Muliakanlah istri sebagaimana Allah memuliakannya dalam Al-Qur'an. muliakanlah dia dengan mengarahkanya kepada jalan yang Allah ridhoi. muliakanlah dia dengan menasehatinya dengan cara yang baik karena dia tercipta dari tulang rusukmu yang bengkok ujungnya. muliakanlah dia dengan doa keikhlasan diwaktu pagi dan petang.

Bersedekahlah Dengan Barang Terbaik

Kamis, 14 April 2011

Bersedekah adalah amalan sholih, perintah Allah dan Rosul-Nya. sedekah wajib maupun sunnah membersihkan harta kita dari harta yang sebenarnya bukan hak kita. bersedekah mengajari seorang hamba bahwa hidup didunia ini tidaklah sendirian. bersedekah juga dapat menumbuhkan rasa peduli, respect dan saling menyayangi.

Dalam bersedekah, terdapat adab dan tata cara agar apa yang kita berikan berguna dan benar-benar bermanfaat bagi orang lain, dan juga diterima oleh Allah. diantara adab tersebut adalah bersedekah dengan barang yang baik atau yang terbaik. contohnya, jika kita hendak memberikan makanan kepada orang miskin yang kita temui, hendaklah kita memberikan minimal makanan yang sama dengan makanan yang setiap hari kita makan. bukan memberikan makanan sisa atau makanan yang murahan.

Bersedekah adalah berbuatan mulia dan tidak patut dinodai dengan bentuk pemberian yang kurang layak. Allah sendiri pun tidak akan menerima jika sedekah itu adalah barang yang buruk atau barang yang kita pun tidak mau menggunakannya, atau jika makanan, kita pun tidak mau memakannya. karena sesungguhnya Allah adalah elok dan menerima yang elok-elok.

Ketika seseorang bersedekah dengan barang yang buruk karena takut akan habis hartanya, maka sesungguhnya setan telah merasuk dalam niatnya. karena rasa takut akan kemiskinan hanyalah datang dari setan. takut akan kekurangan, itulah bisikan setan kepada manusia. dan setan adalah musuh nyata bagi kita.

Seorang muslim sejati bermental berbagi, bersedekah dengan barang-barang terbaik yang dimiliki. karena demikianlah, jiwa muslim adalah jiwa yang kaya, mental kaya raya yang sama sekali tidak terpengaruh dengan bisikan dan rasa takut dari setan yang terkutuk. Allah berfirman :

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." (QS Al-Baqoroh : 267-269)

Yang Disebut Muslim Dan Mukmin

Senin, 11 April 2011

Terlahir didunia ini sebagai seorang muslim. muslim secara umum adalah sebutan bagi orang yang beragama Islam. akan tetapi, bagaimana cara seseorang muslim untuk bisa membanggakan statusnya sebagai seorang muslim?

"aku adalah seorang muslim." mungkin mudah mengatakannya. akan tetapi, apakah kita sadar akan status yang kita sandang sebagai seorang muslim? karena bukanlah seorang muslim yang belum menyerahkan hati dan lisannya kepada Allah. menyerahkan hati dengan segala keikhlasan akan apa yang Allah berikan kepada kita dan akan apa yang ditimpakan atas kita. tunduk serta takut akan perintah dan larangan-Nya. beramal hanya karena Allah semata dengan penuh keikhlasan dalam jiwa. tidak mengharapkan apapun kecuali ridho Allah -ta'ala-.

Menyerahkan lisan dengan cara membasahi lisan ini dengan dzikir kepada-Nya. senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan kepada kita berupa kenikmatan. dan membujuk diri untuk selalu sabar atas apa yang ditimpakan atas kita berupa musibah dan masalah.

Jika seseorang tidak bisa menyerahkan hati dan lisannya kepada Allah, maka janganlah pernah bangga diri sebagai orang muslim, karena seorang muslim adalah orang yang menyerahkan hati dan lisan kepada Allah -ta'ala-.

Hal yang lain yang lebih tinggi selain status sebagai seorang muslim adalah status sebagai orang yang beriman. dan janganlah seseorang mengatakan bahwa dirinya telah beriman jika masih saja berbuat curang, dholim, dan mencela orang lain. lebih-lebih terhadap tetangga dekat rumah. jika belum bisa membuat tetangganya nyaman dan aman dari keburukannya, maka dia belum beriman dengan sebenar-benarnya iman.

Semua hal ini terangkum dalam sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

Artinya : "Dan demi Dzat yang diriku berada digenggaman-Nya, tidaklah seorang hamba itu islam kecuali benar-benar menyerahkan hati dan lisannya. dan tidaklah seorang itu beriman sampai tetangganya bisa aman dari keburukannya. para sahabat bertanya : apa itu keburukannya wahai Nabi Allah? beliau menjawab : kecurangannya dan kedholimannya." (HR Ahmad)

Contoh Masalah Dalam Pembagian Warisan

Pertanyaan : Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pak ustadz, saya ingin menanyakan tentang pembagian warisan. Misalnya begini, E (orang yang meninggal) mempunyai anak 2 orang dari istri sebelumnya yang juga sudah meninggal yaitu A ,anak laki-laki J (17th)dan anak perempuan N (14th) dan seorang istri W (tidak memperoleh anak dari E). Setelah A meninggal atau ketika E menikah dengan W, E belum membagikan hartanya dengan kedua anaknya.
Pertanyaan saya Pak Ustadz, bagaimana cara pembagiannya menurut islam. Pada masing-masing ahli waris. Sekian terima kasih.

Rado Asmana, Pontianak

Jawaban : Wa'alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Bismillah, segala puji bagi Allah, selawat dan salam atas Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam-.

Berdasarkan rincian yang anda paparkan "E belum membagikan hartanya dengan kedua anaknya" maka yang saya pahami dari pertanyaan anda tersebut adalah sebagai berikut :

- Harta yang akan dibagikan adalah harta A (istri E)

A (yang meninggal/hartanya akan dibagikan) meninggalkan E (suaminya), J (anak laki-laki) dan N (anak perempuan). sedangkan W tidak dianggap apa-apa karena tidak memiliki hubungan dengan A.

Maka pembagian harta A adalah sebagai berikut :

E (suami) mendapatkan 1/4 karena memiliki anak.
J (anak laki-laki) dan N (anak perempuan) mendapatkan 'ashobah. dan laki-laki mendapat 2x lipat dari perempuan. Allah berfirman :

Artinya : "bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan." (QS An-Nisa' : 11)

Misal :

Harta A yg akan dibagikan adalah uang sebanyak Rp. 1.000.000,-
Maka E (suami) mendapat jatah Rp 250.000,- (1/4 dari 1.000.000)
J (anak laki-laki) mendapatkan Rp. 500.000,- ('ashobah/sisa dengan nilai 2x lipat lebih besar dari anak perempuan)
N (anak perempuan) mendapatkan Rp. 250.000,- (1/2 dari 'ashobah/sisa yang didapat anak laki-laki)

Penjelasan :

E (suami) mendapatkan Rp. 250.000,- yaitu 1/4 dari Rp. 1.000.000,-
Sisa/'ashobah setelah dikurangi jatah E (suami) adalah Rp. 750.000,-. jatah J (anak laki-laki) adalah 2x lipat dari jatah N (anak perempuan), maka untuk J (anak laki-laki) adalah Rp. 500.000,- dan untuk N (anak perempuan) adalah Rp. 250.000,-
Sedangkan W (istri baru E) tidak mendapatkan apa-apa karena tidak memiliki hubungan dengan A (istri lama yang meninggal).

- Jika harta yang ingin dibagi adalah harta peninggalan E (suami yang baru meninggal), maka pembagiannya sebagai berikut :

W (istri baru E) mendapatkan 1/8 dari warisan karena E (suami yang meninggal) memiliki anak.
J (anak laki-laki E) dan N (anak perempuan E) mendapatkan 'ashobah/sisa warisan dengan perbandingan 2:1.

Contoh :

Jika warisan E (suami yang meninggal) adalah Rp. 1.500.000,- maka :

W (istri baru E) mendapatkan 1/8 dari RP.1.500.000,- adalah Rp.187.500,-
Sisa warisan setelah dikurangi jatah W (istri baru E) adalah RP.1.312.500,- ('ashobah)
N (anak perempuan) mendapatkan Rp.437.500,- karena nilai ini setelah dari yang didapatkan J (anak laki-laki) yaitu Rp.875.000,-

wabillahi at-taufiq

Menjadi Suami Idaman Untuk Istri

Sabtu, 29 Januari 2011

Tidak selalu tuntutan untuk berbuat baik dan bersikap baik ditujukan kepada istri dalam hubungan rumah tangga. menjadi istri idaman untuk suami adalah hal yang harus dipenuhi oleh setiap wanita. menjadi suri tauladan dan guru bagi anak-anaknya dan anak-anak suaminya. akan tetapi disamping itu, seorang istri juga miliki hak-hak yang harus dipenuhi oleh suami.

Kewajiban yang harus ditunaikan juga mencakup tanggung jawab seorang suami atas seisi rumah. Islam telah membagi antara hak-hak istri dan hak-hak suami agar tidak terjadi kesalah pahaman antara keduanya. diantara hak istri yang harus dipenuhi oleh suami adalah sebagaimana yang difirmankan Allah :

Artinya : "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS An-Nisa : 34)

Menjadi pemimpin yang bertanggung jawab atas istri, atas segala kebutuhannya, baik itu kebutuhan lahir ataupun batin. perhatian terhadap dirinya, peduli dan menampakkan rasa simpati, berperilaku lemah lembut. tampakkan rasa kasih sayang terhadapnya.

Seorang istri tetaplah manusia, yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa perhatian. terkadang sebagian suami bersikap agak tidak peduli terhadap apa yang dilakukan istri. tanpa kata-kata mesra lagi, tanpa sentuhan lembut untuk meringankan bebannya karena dengan setia telah melayaninya.

Setelah mempunyai dua atau tiga anak, seseorang telah merasa tua, dan merasa lebih dewasa. jika memang seseorang itu lebih tua akan lebih dewasa, seharusnya setiap orang yang berkeluarga bisa tampil lebih romantis terhadap pasangannya. lebih dekat, dan lebih mengerti setiap apa yang diperlukan pasangannya. bukan tambah renggang hubungannya, bukan pula seperti orang lain yang seperti tidak pernah kenal.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- ketika telah berumur sekitar 50-an tahun. masih tetap romantis terhadap istrinya 'Aisyah -rodhiyallahu 'anha-. masih tetap perhatian dengan semua istri-istrinya.

Dan siapakah suami terbaik? suami terbaik adalah yang sebagaimana disabdakan Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- :

Artinya : "sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. dan saya adalah terbaik diantara kalian terhadap keluargaku." (HR Bukhori, Muslim dan lainnya)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- telah mengatakan bahwa dialah orang terbaik diantara para sahabat-sahabatnya terhadap keluarga. ini berarti beliau adalah sebagai panutan bagi setiap orang yang telah berkeluarga. agar meniru beliau dalam berumah tangga. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :

Artinya : "Paling sempurnanya iman diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya. dan paling baik diantara kalian adalah yang paling baik budi pekertinya terhadap istrinya." (HR At-Tirmidzi)

Menjadi Istri Idaman Dunia Akherat

Jumat, 28 Januari 2011

Diantara kepedulian Islam atas kehidupan rumah tangga Islami adalah penjelasan hak seorang istri dan hak seorang suami. agar terjadi keharmonisan hubungan berumah tangga. mengetahui posisi masing-masing agar tidak terjadi kesenjangan jabatan dalam rumah tangga. saling melengkapi dengan menunaikan tugas masing-masing.

Berikut adalah tips bagaimana menjadi seorang istri yang diidamkan didunia dan akherat dan menjadi istri terbaik baik suaminya :

- Pertama dan yang paling penting adalah menerima kepemimpinan suami.

Perlu direnungkan sabda Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- berikut :

Artinya : "Jila aku (berhak) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, maka aku akan memerintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya.” (HR at-Tirmidzi. Beliau mengatakan : Hadist Hasan)

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga bersabda :

Artinya : "Perempuan mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridho terhadapnya, maka dia masuk surga." (HR Ibnu Majah dan at-Tirmidzi. Beliau mengatakan : Hadist Hasan Ghorib)

Ketaatan kepada suami adalah wajib atas istri selama suami tidak memerintahkan kepada maksiat kepada Allah. dan selain itu seperti suami memerintahkan suatu hal yang baik, maka wajib atas istri untuk melakukannya.

- Hindari berkata yang kurang baik atau yang tidak enak didengar oleh suami.

Berkata yang santun dan bersikap lemah lembut terhadap suami tanpa mengucapkan kata-kata yang kasar baik ketika suami melakukan kesalahan atau karena hal yang lain. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Dan aku melihat neraka, aku belum pernah melihat pemandangan seperti pemandangan hari ini sebelumnya. dan aku melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita. para sahabat bertanya : kenapa wahai Rosulullah? beliau menjawab : karena kekufuran mereka. para sahabat berkata : karena kufur terhadap Allah? beliau bersabda : karena kekufuran mereka terhadap suami, dan kekufuran mereka terhadap kebaikan (suami). jika engkau berbuat baik kepada mereka sepanjang satu tahun, kemudian mereka melihat ada sedikit keburukan dalam dirimu, maka mereka akan berkata : saya tidak pernah melihat kamu berbuat baik sedikitpun." (HR Bukhori dan Muslim)

- Perbanyak Sedekah Dan Istighfar.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

Artinya : "Wahai para wanita, bersedekahlah! dan perbanyak istighfar karena aku melihat penduduk neraka yang kebanyakan adalah kalian. salah seorang perempuan berkata : kenapa kami wahai Rosulullah? beliau bersabda : karena kalian banyak melaknat, mengkufuri suami, dan aku tidak melihat dalam diri kalian kecuali 2 (dua) kekurangan yaitu kekurangan akal dan agama yang sangat dominan dalam diri kalian. wanita itu berkata : wahai Rosulullah, apa yang dimaksud 2 (dua) kekurangan akal dan agama? beliau bersabda : kekurangan akal yaitu karena persaksian 2 (dua) orang dari kalian sebanding dengan seorang laki-laki, maka ini yang disebut kekurangan dalam akal. dan berhari-hari kamu tidak sholat (karena haid) dan juga tidak puasa ramadhan (karena haid, hamil atau menyusui), maka ini yang dimaksud kekurangan dalam agama." (HR Muslim)

#Rujukan :
Sunan At-Tirmidzi karya Imam At-Tirmidzi, bab Hak Suami Atas Istri.
Sya'b Al-Iman karya Abu Bakr Al-Baihaqi, bab Hak Anak dan Keluarga, dan bab Kebanyakan Penduduk Neraka Adalah Wanita

Aurat Budak Perempuan

Kamis, 27 Januari 2011

Berikut adalah pembahasan aurat budak perempuan :

* Pendapat Pertama.

- Aurat budak perempuan adalah seperti perempuan merdeka. karena secara fisik mereka adalah sama-sama perempuan. maka aurat yang harus ditutup adala seluruh badannya.

* Pendapat Kedua.

- Aurat budak perempuan adalah semua badan kecuali kepala. jadi bagi budak perempuan diperbolehkan untuk menampakkan seluruh kepalanya, termasuk rambut dan wajah serta telinga dan lain-lain yang termasuk kepala.

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab bahwa beliau pernah memukul budak perempuan karena berpakaian menyerupai perempuan merdeka, dan memerintahkannya untuk menampakkan kepalanya. memukul disini bukan memukul secara keras, akan tetapi maksudnya adalah memukul untuk memberi pelajaran dengan pukulan yang tidak menyakiti. dan inilah cara memukul dalam Islam.

# Kesimpulan.

Demikianlah aurat budak perempuan dengan kesimpulan bahwa tidak sama antara aurat budak perempuan dengan perempuan merdeka. bagi budak perempuan diperbolehkan menampakkan seluruh kepalanya dan sedangkan perempuan merdeka harus menutupi seluruh badan mereka, dan inilah letak pengagungan Islam terhadap hak perempuan merdeka.

Sangat-sangat tidak berdasar bagi orang yang mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang aurat perempuan merdeka dengan mengatakan bahwa ada ulama yang membolehkan perempuan merdeka untuk menampakkan seluruh kepalanya termasuk rambut dan telinga. maka jelas bahwa tidak ada satupun ulama yang mengatakan demikian. para ulama membolehkan untuk menampakkan seluruh kepala adalah hanya bagi budak perempuan dan bukan bagi perempuan merdeka. inilah yang benar.